fbpx

Tips Sukses Di Bulan Ramadan

Ramadan telah tiba, Sudahkah kita mempersiapkan diri dan amalan untuk mengisi bulan Ramadan?

Coba tengok kembali keadaan kita sebelum Ramadan datang. Kita termasuk yang mana? Tim A yang 3 bulan sebelum Ramadan sudah memperbanyak puasa sunnah dan membaca Quran agar saat Ramadan sudah siap gaspol amal saleh,

Atau tim B yang gegara dibangunkan sahur oleh orang rumah baru sadar bahwa sudah masuk bulan Ramadan? 

Kalau kamu termasuk tim A, selamat, kamu sudah berada di jalur yang benar. Para sahabat dan orang salih jaman dulu berdoa selama 6 bulan sebelum Ramadan agar Allah Ta’ala mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan, karena mereka paham keutamaan beramal soleh di bulan Ramadan. 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud karena iman adalah membenarkan wajibnya puasa dan ganjaran dari Allah ketika seseorang berpuasa dan melaksanakan qiyam ramadhan. Sedangkan yang dimaksud “ihtisaban” adalah menginginkan pahala Allah dengan puasa tersebut dan senantiasa mengharap wajah-Nya.” (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 7: 22). Intinya, puasa yang dilandasi iman dan ikhlas itulah yang menuai balasan pengampunan dosa yang telah lalu.

Bulan Ramadan adalah salah satu waktu terkabulnya doa. Dari  Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

“Sesungguhnya allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan apabila setiap muslim manjatkan doa pasti akan dikabulkan”. (HR Al- Bazaar.) 

kalau kamu termasuk tim B, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang merugi. Kenapa?

Ambil contoh atlet basket nasional yang akan bertarung di Asian Games, perhelatan olahraga terbesar se-Asia. Dari jauh-jauh hari sebelum perlombaan berlangsung tentu ia sudah menyiapkan diri,  memiliki jadwal rutin untuk berlatih free throw, lay up, bahkan sudah menentukan target yang ingin dicapai dst. 

Mustahil ia berani bersantai-santai saja tiap harinya , lalu berharap sukses memenangkan perlombaan tanpa persiapan apapun sebelumnya. 

Ini hanya masalah dunia. 

Bagaimana dengan perkara akhirat? 

Bulan Ramadan adalah waktu di mana pahala amal kebaikan di lipat gandakan dan kita berharap akan sukses beribadah dengan intensif  di bulan Ramadan? 

Yakin bisa sukses beribadah kalau sebelumnya tidak pernah bangun shalat malam, tidak melatih diri dengan puasa sunnah, dan jarang menyentuh mushaf? 

Bila sebelumnya kita telah terlalaikan, jangan berputus asa. Ada cara yang dapat kita tempuh untuk memaksimalkan amalan di bulan Ramadan, yaitu dengan mengatur waktu agar ibadah di bulan Ramadan dapat maksimal.

Waktu adalah modal kita untuk sukses beribadah. Bila disia-siakan maka kita akan merugi. 

Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai:

(1) umurnya di manakah ia habiskan,

(2) ilmunya di manakah ia amalkan,

(3) hartanya bagaimana ia peroleh dan di mana ia infakkan dan

(4) mengenai tubuhnya, capai dan lelahnya untuk apa.” (HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami.)

Program Amal soleh di bulan Ramadan 

Berikut adalah program amal soleh sehari semalam yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang dapat kita amalkan selama bulan Ramadan. 

1. Program sebelum terbit fajar

Makan sahur dan mengakhirkan waktu sahur

Berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam,

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah” (HR Al-Bukhari) 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, lalu beliau mengerjakan shalat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan shalat Shubuh. Anas menjawab, ‘Yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an).’ (HR. Bukhari no. 1134 dan Muslim no. 1097).

2. Program setelah terbit fajar

  1. Menahan diri dari makan, minum dan apapun yang membatalkan puasa.
  2. Menjawab Adzan dan berdoa setelahnya. Lakukan setiap adzan selesai berkumandang. Dari Sa’d bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang ketika mendengar adzan dia mengucapkan,

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ  بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلامِ دِينًا

Saya juga bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada seukut baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha Allah sebagai Rabku, Muhamamd  sebagai Rasul, dan Islam sebagai agamaku.

Siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni. (HR. Ahmad 1565, Muslim 386 dan yang lainnya)

3. Mengerjakan shalat sunnah 2 rakaat sebelum shalat Subuh. Disunnahkan membaca surat al-Kaafirun pada rakaat pertama dan surat al-ikhlash pada rakaat kedua.

4. Setelah shalat Subuh membaca dzikir pagi, berdoa dan membaca al Quran hingga waktu syuruq tiba. Syuruq artinya terbit. Syaraqat as-Syamsu [شَرَقَتِ الشَّمْسُ] artinya matahari terbit.

5. Melaksanakan shalat Isyraq/syuruq (di masjid) , 15 menit setelah waktu sturuq dengan berharap mendapat pahala umroh dan haji.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna. (HR Thabrani .Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi (shahih dilihat dari jalur lainnya).

6. Melaksanakan Shalat Dhuha, walau hanya 2 rakaat. Rasulullah bersabda, “Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at. (HR. Muslim no. 1704)

3. Program seputar waktu Dzuhur

  1. Shalat sunnah Rawatib sebelum Dzuhur ( 2 atau 4 rakaat) dan shalat sunnah Rawatib setelah Dzuhur (2 rakaat). Berkenaan dengan shalat Rawatib, Rasulullah berkata “Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh. (HR. Tirmidz no. 414, dari ‘Aisyah)

4. Program waktu Ashar hingga Magrib

  1. Membaca Dzikir Petang usai shalat Ashar dan perbanyak membaca al-Quran.
  2. Mempersiapkan makanan berbuka untuk keluarga sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Niatkan karena Allah Ta’ala agar mendapatkan pahala.
  3. Mempersiapkan makanan dan minuman untuk orang-orang yang berbuka puasa di masjid.

5. Program setelah Magrib

  1. Memperbanyak doa menjelang adzan Magrib.
  2. Menyegerakan berbuka setelah masuk waktu. Baca doa berbuka puasa sesuai tuntunan Rasulullah, yaitu

ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّ

“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (HR. Abu Daud no. 2357)

6. Program setelah waktu Isya

  1. shalat tarawih berjamaah hingga selesai. Rasulullah bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini).
  2. Membaca doa setelah witir. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘SUBHAANAL MALIKIL QUDDUUS’ sebanyak tiga kali; ketika bacaan yang ketiga, beliau memanjangkan suaranya, lalu beliau mengucapkan, ‘ROBBIL MALAA-IKATI WAR RUUH.’” (HR. Al-Baihaqi, 3:40 dan Ad-Daruquthni, 4: 371).
  3. Berniat puasa, cukup dalam hati tidak perlu melafazhkan niat.
  4. Bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan salat Tahajud. Shalat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16) كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18) 

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang harus diisi dengan amal saleh semaksimal mungkin. Oleh karenanya penting untuk membuat program khusus agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia .

Semoga Ramadan tahun ini lebih baik dan bermakna dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Leave a Reply

*