fbpx

Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi

Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi adalah kitab hadits yang tersohor di Indonesia, bahkan di dunia Islam. Alasannya  karena mengandung hadits hadits inti ajaran agama Islam dan banyak digunakan disekolah-sekolah, pesantren-pesantren, dll untuk  mata pelajaran hadits.

Seperti kita ketahui, Imam An-Nawawi rahimahullah adalah seorang ulama besar yang bermadzhab Syafi’i.  Nama beliau adalah Abu Zakaria Mahyudin An-Nawawi. Abu Zakaria adalah nama kuniyahnya. ‘Muhyudin’ adalah julukannya yang artinya menghidupkan agama. Sedangkan An-Nawawi  adalah sebutan karena beliau tinggal di daerah bernama Nawa.

Imam Nawawi rahimahullah lahir di tahun 631 Hijriyah kurang lebih hampir seabad yang lalu, dan kitabnya masih kita bahas sampai sekarang.  Hampir semua pesantren, sekolah, pondok, mempelajari kitab ini. Kenapa?  Karena mengandung hadits-hadits inti ajaran agama Islam.  Imam Nawawi wafat di tahun 676 H  di usia 45 tahun, tapi di usia 45 tahun tersebut beliau sudah banyak menghasilkan karya-karya besar. Bagaimana dengan kita? Adakah yang sudah berkarya untuk agamanya pada usia 45? Adakah yang sudah mulai mengetik kitab, ada yang sudah paham agamanya atau ada yang menghapal Al Quran dengan baik? Atau malahan ada yang masih berkubang di dalam gelapnya maksiat? Wal’iyadzubillah.  

Bayangkan, di masa itu, di mana segala sesuatunya masih serba sulit dalam usia 45 tahun beliau telah melahirkan banyak kitab penting.  Antara lain kitab-kitab Hadits Arba’in, Syarah Shahih Muslim, Riyadhus Sholihin – semua kitab karangan Imam Nawawi rahimahullah, adalah karya- karya yang berbobot. Dan yang menjadi kelebihan dari kitab Arba’in An-Nawawi adalah merupakan kitab yang berisikan intisari ajaran agama Islam, dijelaskan dengan hadits-hadits ringkas sehingga mudah untuk dipelajari dan mendapatkan pemahaman yang benar. Selain itu, sanadnya disingkat, jadi mudah dihafalkan, haditsnya juga ditakhrij sehingga jelas bagi apakah suatu hadits shohih atau hasan atau dhaif. Kita mempelajari kitab ini tujuannya agar kita menjadi umat Islam yang dekat dengan hadits.  Kadang umat Islam mampu membaca Al Quran, akan tetapi tidak dekat dengan hadits. Padahal sumber agama kita adalah berdasarkan Al-Quran dan Hadits shohih Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

|Baca Juga : Hadits #1 : Sesungguhnya Amal Itu Tergantung Niatnya

Referensi :

  • Syarh Arba’in an-Nawawi, al-Allamah Asy-Syaikh al-Utsaimin,
  • Fathul Qowiyil Matiyn fii Syarh alArbai’n wa tatimmatil khomsyina linnawawiyi wa ibni rojab rahimahulloh, Syaikh ‘Abdul Muhsin Bin Hamd al-‘Abbad alBadr
  • Hadits Arbain an-Nawawi, Darul Haq, 1441H
  • Intisari Arba’in An-Nawawi, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, pustaka imam syafi’i,1436 H

The Habaib – Media Islam dan Kajian Online

Artikel atau Video dapat Follow | Like | Subscribe | Share
📷Instagram: @thehabaib
📲 Telegram : @thehabaib
📑 Facebook: thehabaib
▶️ Youtube: thehabaib

Leave a Reply

*