fbpx

Kita Hidup Untuk Apa sih?

Sesungguhnya jika kita ingin tahu alasan penciptaan diri kita dan alasannya kenapa kita hidup dimuka bumi, kita harus kembalikan kepada dalil-dalil yang datang dari yang menciptakan manusia, yaitu Allah Ta’ ala.

Dan sesungguhnya kita harus tahu bahwa alam semesta beserta isinya diciptakan Allah Ta’ala memiliki tujuan dan manfaat bukan diciptakan dengan sia-sia. Allah Ta’ala tidaklah menciptakanmu hanya untuk makan, minum, bekerja, traveling, ngopi-ngopi atau rebahan begitu saja seperti hewan gembalaan atau dibiarkan bersenang-senang semata. Sungguh Allah Ta’ala tidaklah menciptakanmu untuk maksud-maksud tersebut. Akan tetapi Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya, Firman Allah Ta’ala :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS. Az-Zariyat Ayat 56 )

Apabila kita telah mengetahui firman Allah diatas, sudah jelas tujuan hidup kita, yaitu hidup hanya untuk beribadah kepada Allah semata.

terjawab sudah bahwa kalau kita tidak diciptakan sia-sia, jadi Allah Ta’ala tidaklah menciptakanmu hanya untuk makan, minum, cari nafkah, tidur, dan dibiarkan begitu saja seperti hewan gembalaan atau dibiarkan untuk bersenang-senang semata tetapi kita lihat kenyataannya.

Coba tanya betapa banyak orang-orang di luar sana yang sibuk dengan urusan dunia. Contohnya, seorang ibu yang sibuk dengan anak, yang hidupnya hanya buat nyusuin, ngasih makan, antar anak les , atau misalnya seorang bapak bekerja pergi sebelum subuh dan pulang sebelum tengah malam, alasannya lembur karena kebutuhan banyak.Sehingga lalai dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Padahal Allah Ta’ala yang memberikan rezeki dan mengatur segala urusan mahluk-Nya. Tapi mereka dengan mudahnya mengatakan tidak ada waktu untuk ibadah.

Penyesalan baru muncul belakangan, di hari akhir nanti kita sadari betapa banyak ke sia-siaan yang kita kerjakan.Kita tergulung dengan rutinitas dan kesibukan mengejar dunia.Waktu terus berjalan dan ternyata ilmu agama masih minim, hafalan Al-Qur’an tidak bertambah, baca Quran masih terbata-bata.

Jika kita terus belajar dan tenggelam dalam agama, Insya-Allah akan berikan manisnya iman, dan tumbuh kecintaan akan syari’at Islam. Insya-Allah akan betah baca Quran berjuz-juz, Baca kitab hadits, belajar sifat shalat Nabi, dan lainnya. Ini tidak mudah, memang butuh kesabaran dan hanya orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang mampu mendalami agama-Nya.

Dalam hadits dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari, no. 71 dan Muslim, no. 1037)

Masa lalu Yang Kelam

Seseorang mungkin memiliki masa lalu yang kelam, lalu dia berubah dan bersemangat untuk mendalami agamanya. Janganlah patah semangat, karena amalan seseorang  tergantung dari akhirnya.

Dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)

Amalan yang dimaksud adalah amalan baik dan amalan buruk, dan tentu kita tidak menginginkan amalan buruk yang menjadi akhir kita. Seperti kita ketahui para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang notabene sebagian adalah mantan penyembah berhala, kemudian bertaubat dan menjadi orang-orang yang bertakwa dan memperoleh jaminan surga.

Oleh karena itu hendaknya kita terus semangat mengerjakan amalan baik agar menjadi akhir dari kehidupan kita di dunia ini.

Mari terus berdoa agar kita diberi hidayah untuk hijrah, dan mempelajari agama kita, agar bisa istiqomah dalam menjalankan dan meningkatkan kualitas ibadah.

The Habaib – Media Islam dan Kajian Online

Artikel atau Video dapat Follow | Like | Subscribe | Share
📷Instagram: @thehabaib
📲 Telegram : @thehabaib
📑 Facebook: thehabaib
▶️ Youtube: thehabaib

Leave a Reply

*