fbpx

Dikira Cuma Seperti Sauna Belaka

Beberapa waktu lalu viral pernyataan seorang artis yang menyatakan ia ingin masuk neraka, karena menurutnya di sana akan bertemu dengan artis-artis non muslim yang ia kagumi. Wal-‘iyadzubillah. Begitu enteng perkara itu ia ucapkan sambil tertawa lebar.

Seorang manusia jika sudah tercelup di neraka, maka yang tinggal hanya siksaan bertubi-tubi, dan akan lebih banyak menyesal dibandingkan tertawa. Bahkan bila di jatuhkan azab yang paling ringan pun, ia tak akan kuat menahannya.

Abu Sa’id al-Khudri berkata, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَنْتَعِلُ بِنَعْلَيْنِ مِنْ نَارٍ ، يَغْلِي دِمَاغُهُ مِنْ حَرَارَةِ نَعْلَيْهِ. رواه مسلم

Ahli neraka yang paling ringan siksaannya adalah yang dipakaikan sepasang sandal dari api yang membuat otaknya mendidih karena panasnya kedua sandalnya. (HR. Muslim 3/85 Syarah An-Nawawi)

Sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun yang akan sanggup menahan azab Neraka Jahanam, bahkan penghuni neraka memohon pada Allah untuk dibinasakan. Akan tetapi yang mereka alami adalah kebinasaan yang berulang-ulang.

كَذَّبُوا بِالسَّاعَةِ وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا (١١) إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا (١٢) وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا (١٣)

Dan kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat. apabila (neraka) melihat mereka dari tempat yang jauh mereka mendengar suaranya gemuruh karena marahnya. Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka disana berteriak mengharapkan kebinasaan. (Akan dikatakan pada mereka) “Janganlah kamu mengharapkan pada hari ini suatu kebinasaan, melainkan harapkanlah kebinasaan yang berulang-ulang.” (QS. Al-furqon 11-14)

Allah Ta’ala berfirman neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥) إِنَّهَا سَآءَتۡ مُسۡتَقَرّٗا وَمُقَامٗا (٦٦

65.  Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”.
66.  Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (QS. Al-furqon Ayat 65-66)

Begitu buruknya hingga sekali celupan di neraka membuat penghuninya lupa segala kenikmatan saat di dunia.

|Baca Juga : Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Masuk Surga

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يُؤتَى بأنْعَم أهل الدنيا مِنْ أهل النار فيُصْبَغُ في النارِ صَبْغَةً ثم يُقَال: يا ابنَ آدمَ هل رأيتَ خيراً قطُّ هل مَرَّ بكَ نعيمٌ قط؟ فيقولُ لا والله يا ربِّ، ويؤْتَى بأشَدِّ الناسِ بؤساً في الدنيا مِنْ أهل الجنة فيصبغُ صبغةً في الجنة فيقال: يا ابن آدمَ هل رأيتَ بؤساً قط؟ هل مَرَّ بك من شدة قط؟ فيقولُ: لا والله يا ربِّ ما رأيتُ بؤساً ولا مرّ بِي مِنْ شدةٍ قَطُّ

Didatangkan penduduk neraka yang paling banyak nikmatnya di dunia pada hari kiamat. Lalu ia dicelupkan ke neraka dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan kebaikan sedikit saja? Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sedikit saja?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku.” Didatangkan pula penduduk surga yang paling sengsara di dunia. Kemudian ia dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celupan. Kemudian dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah engkau pernah merasakan keburukan sekali saja? Apakah engkau pernah merasakan kesulitan sekali saja?’ Ia menjawab, ‘Tidak, demi Allah, wahai Rabb-ku! Aku tidak pernah merasakan keburukan sama sekali dan aku tidak pernah melihatnya tidak pula mengalamminya” (HR. Muslim no. 2807).

Bahkan kematian menjadi harapan penghuni neraka.

إِذَا صَارَ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلَى الْجَنَّةِ وَأَهْلُ النَّارِ إِلَى النَّارِ جِيءَ بِالْمَوْتِ حَتَّى يُجْعَلَ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يُذْبَحُ ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ لَا مَوْتَ وَيَا أَهْلَ النَّارِ لَا مَوْتَ فَيَزْدَادُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ

Ketika penghuni surga telah memasuki surga, dan penghuni neraka telah memasuki neraka, didatangkan kematian yang diletakkan diantara surga dan neraka, lantas disembelih. Seorang juru seru menyampaikan pengumuman: ‘Hai penghuni surga! Sekarang tidak ada kematian. Hai penghuni neraka, sekarang tak ada lagi kematian. Maka penghuni surga bertambah senang sedangkan penghuni neraka menjadi sangat sedih.(HR. Bukhari No. 6606)

Sudah sepatutnya seorang muslim menjaga dirinya dari neraka, dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan Allah Ta’ala. Terutama jagalah lisan dan kemaluan karena keduanya adalah perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka. Nabi shallallahu alaihi wa sallam,pernah ditanya tentang perbuatan yang paling banyak menyebabkan seseorang masuk ke dalam surga. Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab,

الْأَجْوَفَانِ: الْفَمُ، وَالْفَرْجُ

‘Dua lubang; Mulut (yakni lisan) dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Al-Birr wa al-Shilah).

wallahu’alam bisshawab

Referensi :

  • Wahid bin Adbussalam Baliy, Washf al-Jannah wa an-Nar min Shahih as-Sunnah wal Akhbar, Darul kutub, Beirut, 1423 H.

The Habaib – Media Islam dan Kajian Online

Leave a Reply

*