fbpx

Beberapa Privilege Nabi Muhammad

Betapa ironisnya jika ada seseorang dari kita sampai tidak mengetahui keistimewaan Nabinya sendiri. Ketahuilah bahwa Nabi kita memiliki keistimewaan dari umatnya, bahkan lebih istimewa dari nabi lainnya. Semoga pemaparan kali ini memberi kita ilmu yang bermanfaat. 

1. Nabi Muhammad diberikan Al Qur’an yang merupakan mu’jizat terbesar dan hujjah bagi para hamba

Allah Ta’ala berfirman pada para penantang Allah yang ingin membuat Al Qur’an,

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

”Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.” (Al Isra’: 88)

2. Nabi Muhammad adalah kholilullah (kekasih Allah) selain Nabi Ibrahim ’alaihis salam

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللَّهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا

“Sungguh aku memohon pada Allah akan memilih aku di antara kalian sebagai kekasih Allah. Maka Allah Ta’ala memilihku sebagai kekasih-Nya sebagaimana Allah menjadikan Ibrahim juga kekasih-Nya. Seandainya, aku memilih di antara umatku seorang kekasih, maka aku akan memilih Abu Bakar sebagai kekasihku.” (HR. Muslim)

3. Nabi Muhammad memiliki kedudukan yang terpuji (Al Maqom Al Mahmudah)

Yaitu syafa’atul ’uzhma, satu-satunya Nabi yang diberikan hak oleh Allah untuk memberikan syafa’at ini pada yaumul masyhar nanti.

Allah Ta’ala berfirman,

عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al Isra’: 79)

Begitu juga dalam hadits -yang panjang- tentang syafa’at yang telah disepakati keshahihannya, yakni: Sesungguhnya Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan di suatu bukit. Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain: ”Tidakkah kalian memperhatikan apa yang kalian berada di dalamnya. Tidakkah kalian melihat pada apa yang disampaikan pada kalian. Tidakkah kalian melihat siapa yang memberi syafa’at kalian kepada Rabb kalian.”

Kemudian mereka mendatangi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, ’Isa, hingga Muhammad. Tiap Nabi tersebut mengatakan: ”Pergilah kepada selainku”. Kecuali Nabi Muhammad mengatakan: ”Saya memiliki syafa’at tersebut.” Kemudian beliau sujud kepada yang mengizinkan syafa’at baginya, yaitu Allah.

Dengan demikian jelaslah keutamaan Nabi Muhammad dari seluruh makhluk. Dan beliau dikhususkan dengan kedudukan yang demikian.

4. Risalah beliau adalah umum berlaku bagi semesta alam dan beliau diutus kepada jin dan manusia

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al Anbiya’: 107)

dan juga pada ayat lain :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu (untuk mendengarkannya). Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (Al Ahqaf: 29)

5. Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi. Karena itu risalah (wahyu) yang beliau bawa telah sempurna dan merupakan risalah yang terakhir sampai akhir zaman

Allah Ta’ala berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (Al Ahzab: 40)

Dan tidaklah datang orang yang mengaku dirinya sebagai Nabi -sesudah beliau- kecuali mereka adalah dajjal/pendusta. Munculnya orang-orang yang mengaku Nabi ini merupakan kebenaran dari berita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ

”Tidak akan terjadi hari kiamat hingga mucul para dajjal/para pendusta, yang berjumlah sekitar 30-an. Mereka semua mengaku sebagai utusan Allah (rasulullah).” (HR. Muslim)

Kemudian berikut ini adalah keistimewaan Nabi Muhammad dari umatnya.

• Wajibnya shalat tahajud di waktu malam • Ada amalan yang khusus ditetapkan untuk beliau • Diharamkan zakat bagi beliau dan keluarganya • Dihalalkan bagi beliau puasa wishol • Dihalalkan bagi beliau menikah lebih dari empat wanita • Beliau tidak diwarisi • Tidak boleh menikahi istri beliau setelah beliau wafat

Demikian wallahu’alam bish showab.

Rujukan utama: Al Irsyad ila Shohihil I’tiqod, hal.229-233

The Habaib – Media Islam dan Kajian Online

Leave a Reply

*